وَإِذْقَالَرَبُّكَلِلْمَلاَئِكَةِإِنِّيجَاعِلٌ فِيالأَرْضِخَلِيفَةًقَالُواْأَتَجْعَلُفِيهَا مَنيُفْسِدُفِيهَاوَيَسْفِكُالدِّمَاءوَنَحْنُنُسَبِّحُبِحَمْدِكَوَنُقَدِّسُلَكَ قَالَإِنِّيأَعْلَمُمَا لاَتَعْلَمُونَ
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:` Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi `. Mereka berkata:` Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? `Tuhan berfirman:` Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah : 30)
Ketika Allah swt. memberitahukan kepada para malaikat-Nya bahwa Dia akan menjadikan Adam a.s sebagai khalifah di bumi, maka para malaikat itu bertanya, mengapa Adam a.s yang akan diangkat menjadi khalifah di bumi padahal Adam a.s itu dari keturunannya kelak akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi. Dan para malaikat itu menganggap bahwa diri mereka adalah lebih patut memangku jabatan itu, sebab mereka makhluk yang selalu bertasbih, memuji dan menyucikan Allah swt.
I. Penciptaan Adam AS
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (QS. Al Hijr : 26)
الَّذِيأَحْسَنَكُلَّشَيْءٍخَلَقَهُ وَبَدَأَخَلْقَالْإِنسَانِمِن طِينٍثُمَّجَعَلَنَسْلَهُمِنسُلَالَةٍمِّن مَّاءمَّهِينٍ
ثُمَّسَوَّاهُوَنَفَخَفِيهِ مِنرُّوحِهِوَجَعَلَلَكُمُالسَّمْعَوَالْأَبْصَارَوَالْأَفْئِدَةَقَلِيلًامَّا تَشْكُرُونَ
"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." (QS. As Sajdah : 7-9)
وَلَقَدْخَلَقْنَاالإِنسَانَمِن صَلْصَالٍمِّنْحَمَإٍمَّسْنُونٍ
إن الله عزوجل خلق آدم من فبضة من قبضها من جميع الأرض فجاء بنو آدم على قدر الأرض فجاء منهم الأحمر والأسود وبين ذلك والسهل والحزن والطيب والخبيث
II. Penciptaan Hawa
يَاأَيُّهَاالنَّاسُاتَّقُواْرَبَّكُمُالَّذِيخَلَقَكُممِّننَّفْسٍوَاحِدَةٍوَخَلَقَمِنْهَازَوْجَهَاوَبَثَّ
مِنْهُمَارِجَالاًكَثِيرًاوَنِسَاءوَاتَّقُواْاللّهَالَّذِيتَسَاءلُونَبِهِوَالأَرْحَامَإِنَّاللّهَكَانَ عَلَيْكُمْرَقِيبًا
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." ( QS. An Nisaa : 1)
Hubungan manusia laki-laki dan perempuan melalui perkawinan adalah usaha untuk menyatukan kembali tulang rusuk yang telah dipisahkan dari tempat semula dalam bentuk yang lain. Dengan perkawinan itu maka akan lahirlah keturunan yang akan meneruskan generasinya.
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." ( QS. Al Mu'minuun : 12-14)
Sebenarnya air mani itupun berasal dari tanah setelah melalui beberapa proses perkembangan. Makanan yang merupakan hasil bumi, yang di makan oleh manusia, dalam alat pencernaannya berubah menjadi cairan yang bercampur dengan darah yang menyalurkan bahan-bahan hidup dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ke seluruh bagian anggotanya. Dan jika manusia itu meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam kubur di dalam tanah, maka badannya akan hancur lebur dan kembali menjadi tanah lagi.
Kemudian saripati air mani itu ditempatkan dalam tulang rusuk sang suami yang dalam persetubuhan dengan istrinya ditumpahkan ke dalam rahimnya, suatu tempat penyimpanan yang kokoh bagi janin sampai saat kelahirannya.
Kemudian air mani itu berkembang dalam beberapa minggu sehingga menjadi segumpal darah, dari darah menjadi segumpal daging, dan segumpal daging itu ada bagian dalamnya yang menjaditulang belulang, dan ada bagian lain unsur daging yang berbentuk daging. Tulang belulang itu dibungkus dengan daging, laksana pakaian penutup tubuh sehungga jadilah makhluk yang (berbentuk) lain. Setelah ditiupkan Roh ke dalamnya, sehingga menjadi manusia yang sempurna, dapat berbicara, melihat, mendengar, berpikir yang tadinya hanya merupakan benda mati saja.
III. Penciptaan Keturunan Manusia
وَلَقَدْخَلَقْنَاالْإِنسَانَمِن سُلَالَةٍمِّن طِينٍ . ثُمَّجَعَلْنَاهُنُطْفَةًفِي قَرَارٍمَّكِينٍ
ثُمَّخَلَقْنَاالنُّطْفَةَعَلَقَةً فَخَلَقْنَاالْعَلَقَةَمُضْغَةًفَخَلَقْنَاالْمُضْغَةَعِظَامًافَكَسَوْنَاالْعِظَامَلَحْمًاثُمَّأَنشَأْنَاهُخَلْقًاآخَرَفَتَبَارَكَاللَّهُأَحْسَنُالْخَالِقِينَ
Sebenarnya air mani itupun berasal dari tanah setelah melalui beberapa proses perkembangan. Makanan yang merupakan hasil bumi, yang di makan oleh manusia, dalam alat pencernaannya berubah menjadi cairan yang bercampur dengan darah yang menyalurkan bahan-bahan hidup dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia ke seluruh bagian anggotanya. Dan jika manusia itu meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam kubur di dalam tanah, maka badannya akan hancur lebur dan kembali menjadi tanah lagi.
Kemudian saripati air mani itu ditempatkan dalam tulang rusuk sang suami yang dalam persetubuhan dengan istrinya ditumpahkan ke dalam rahimnya, suatu tempat penyimpanan yang kokoh bagi janin sampai saat kelahirannya.
Kemudian air mani itu berkembang dalam beberapa minggu sehingga menjadi segumpal darah, dari darah menjadi segumpal daging, dan segumpal daging itu ada bagian dalamnya yang menjaditulang belulang, dan ada bagian lain unsur daging yang berbentuk daging. Tulang belulang itu dibungkus dengan daging, laksana pakaian penutup tubuh sehungga jadilah makhluk yang (berbentuk) lain. Setelah ditiupkan Roh ke dalamnya, sehingga menjadi manusia yang sempurna, dapat berbicara, melihat, mendengar, berpikir yang tadinya hanya merupakan benda mati saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar